KOMENTAR

Dr. med. S.T.Chiu commented on ADA APA DENGAN KETURUNAN TIONGHOA ? / WHAT’S UP WITH INDONESIANS OF CHINESE DESCENT ?

stchiu1888@osnanet.de

Submitted on 2013/12/29 at 12:34 am

Saya dengan penuh hati setujuh analysa dan proposal Anda. Keturunan Chinese yang sulit diintergrasi dan assimilasi ialah kaum keturunan Chinese yang dididik oleh sekolah sekolah Chinese di Indonesia sampai tahun 1966, sekolah sekolah itu dibawah pengaruh dan kontrol oleh Komitee overseas Chinese RRC dan Front Persatuan melalui konsulat RRC pada saat itu. Murid-murid keturunan Chinese, pada waktu itu sebagai WNA, umumnya dididik menjadi sangat nasionalis dan patriotis terhadap RRC. Tidak mengherankan bahwa sampai hari ini ada surat kabar bahasa China sumber berita terutama dari Chinese News Agency/ Xinhua News Agency.

————————————————————–

Terima kasih atas responnya, silakan lanjut…..

hendrotan, 30/12/2013. 10.10 am

————————————————————–

 

Billy commented on JAWABAN UNTUK MAMANG DAN JURNALIS KORAN MANDARIN
globalmillionaire@yahoo.com

Submitted on 2013/12/26 at 12:02 pm

Adalah fakta keturunan Tionghoa, India, Arab, Eropah di Indonesia tidak memiliki daerah teritorial di Indonesia yang bisa disebut sebagai daerah asal-usul mereka. Namun hal yang sama juga terjadi di Malaysia.

Tapi ada perbedaan perspektif di kedua negara terhadap kaum-kaum yang dianggap pendatang ini. Apa pendapat Bapak Hendro Tan mengenai status Tionghoa dan non-bumiputera lainnya di Malaysia? Secara konstitusional memang ada “Ketuanan Melayu/Bumiputera” di Malaysia. Bumiputera diistimewakan dalam beberapa hal, dan bahkan ada kasus intervensi pemerintah untuk larangan penggunaan kata/nama tertentu dalam kitab agama non-mayoritas yang berbahasa Melayu. Namun secara budaya, keturunan Tionghoa, India, dan non-bumiputera lainnya diberi kebebasan mempraktekkan kebudayaan dan bahasa leluhurnya masing-masing. Hal ini tercermin dalam media massa milik pemerintah mereka yang juga muti-bahasa (tidak hanya milik swasta).

Masyarakat bumiputera di situ juga tampak tidak berkeberatan dengan adanya praktek kebudayaan/agama kaum-kaum non-bumiputera secara terang-terangan. Etnis pribuminya sama dengan Indonesia (walau mereka jauh lebih sedikit sukunya, mayoritas bumiputera identik dengan Melayu), etnis non-pribuminya juga sama dengan Indonesia (ada keturunan TIonghoa, India, Arab, Eropah). Dan seperti yang kita ketahui non-bumiputera di Malaysia juga cukup Nasionalis dan secara politik tidak berkiblat ke negeri leluhurnya masing-masing.

————————————————————–

Terima kasih atas responnya, silakan lanjut…..

hendrotan, 30/12/2013. 10.10 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: