Suara ICAS,

Dear all,

Suara ICAS,

Produk Hukum satu negara berasal dari rasa keadilan manusia dan masyarakatnya berikut sejarahnya , yang mengkristal dan di apresiasi bersama , sedangkan rasa keadilan berhulu pada akal budi umat manusia disuatu wilayah sekecil suku adat sebesar suku bangsa dan negara sampai dengan PBB persatuan bangsa bangsa.

Pertanyaannya : Akal budi macam apa yang dipakai sebagian warga peranakan Tionghoa yang enggan belajar seni budaya setempat ( dihabitat tempat mukim mereka ) ?

Bebal atau abai pada kondisi , situasi dan toleransi, sebagaimana anggota Ketua Komisi DPRD di Tolikara Jayapura Papua itu, tidakkah siapa pun akan menerima resiko yang sama di putaran roulettenya .. ?

Sepertinya pemikir pemikir senior Peranakan Tionghoa perlu mendalami atau membuat terobosan pemahaman baru yang beratmosphir positif, yang melampaui keegoan individual dan kekolotan segregasi, agar tidak terjadi di hulu airnya keruh, tak dapat tidak dihilirnya semakin kotor saja .

Tgl. 1 Februari 2013. Jam 18.00

Best regards, hendrotan

End.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: