Menanggapi tulisan TAMAN BUDAYA YANG DI IMPOR DARI TIONGKOK Di blog : www.indonesiaseutuhnya.wordpress.com

TAMAN BUDAYA YANG DI IMPOR DARI TIONGKOK

DISKUSI KEBANGSAAN

Menanggapi tulisan Sdri Unaifah TAMAN BUDAYA YANG DIIMPOR DARI TIONGKOK.

From: Jumadi>juma_adi@yahoo.com< Submitted on 2012/11/11 at 5:02 am

Membaca tulisan Taman Budaya yang di impor, saya jadi tergerak untuk ikut berkomentar, pada dasarnya saya sebagai anak bangsa yang kebetulan terlahir sebagai orang Jawa yang tinggal di Jakarta, menjadi sangat terganggu dengan adanya TBTI, yang saya yakini tidak mewakili keinginan sebagian besar teman teman saya tersebut.

Saya sangat setuju dengan penulis Unaifah, tentang bagaimana seharusnya membuat museum yang akan mempresentasikan budaya peranakan cina, yang sudah ratusan tahun hidup di Indonesia, semisal, bagaimana pengaruh seni budaya cina mempengaruhi seni budaya betawi dan daerah lain, demikian pula sebaliknya, daripada harus menampilkan budaya mitos.

Sun Go Kong, Sampek Engtay…biarlah menjadi cerita film, komik, ataupun ludruk / ketoprak karena memang disitulah areanya..tidak seharusnya hal yang bersifat mitos ditampilkan di museum yang tugasnya memberikan gambaran utuh, tentang kiprah warga peranakan cina di Indonesia ( meski sebenarnya saya tdk suka dengan istilah peranakan cina, karena pergaulan saya dengan teman teman cina saya, tak sekalipun diperlukan menyentuh hal itu karena saya merasa mereka Indonesia ). Kalau museum TBTI menampilkan sejarah dan kebudayaan peranakan cina yang sudah berasimilasi terhadap budaya lokal. Alangkah indahnya.

Yang jadi pertanyaan, apakah dalam membangun museum tersebut, tidak melibatkan para pakar sejarah yang sarat disiplin ilmu yang lebih lazim di sebut kurator, agar tujuan membangun museum tepat sasaran dan bermuatan nilai edukasi, yang akan memberi pemahaman yang sebenar-benarnya, tentang kiprah tokoh tokoh warga peranakan cina yang berjasa pada bumi Pertiwi di Nusantara ini atau bangunan heritage peranakan cina dari Sabang sampai Merauke.

Kiranya pembangunan ini sebuah gambaran kesombongan sekelompok pengusaha, yang kebetulan kaya raya dengan berani beraninya memakai kata BUDAYA TIONGHOA INDONESIA, tapi dengan membabi buta meng impor budaya mitos dari Negara Cina. Jadi menurut saya, pengelola Museum TBTI perlu di ingatkan, bahwa mereka itu mendirikan bangunan museum dan konstruksi olah pikirnya diatas tubuh bumi pertiwi kita.

Semoga saja dengan tulisan ini dapat menggugah pengelola TBTI sampai siuman, jika impor budaya Cina, disini tidak akan cocok, sebab yang kamu pijak adalah bumi INDONESIA, bukan RRC, jika pengelola TBTI terus saja ngotot dengan niatnya yang tidak masuk akal, kami sebagai warga pribumi akan terus mengkritisi hal ini, juga saya yakin banyak warga peranakan cina yang merasa tidak nyaman terhadap adanya TBTI yang kecina cinaan.

PERANAKAN CINA ADALAH ORANG INDONESIA DAN SAUDARA SEKANDUNG DARI IBU PERTIWI KAMI, TENTU SELAMA KALIAN MAU MENJADI INDONESIA SEJATINYA, LUR ( DULUR ).

Sekian

Wassalam
Jumadi.

End.

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

TAMAN BUDAYA YANG DI IMPOR DARI TIONGKOK

DISKUSI KEBANGSAAN
Dari : 081808XXXXX
Tgl. 6 Nov. 2012 jam 15.25

Siang ICAS,

Saya sangat setuju dengan tulisan kritik pada pengelola TBTI, menurut saya masalah itu terjadi karena :

1. Sepeninggal tokoh budayawan Onghokham yang berjiwa Indonesia seutuhnya, pengamatan saya dinegeri ini belum tampil budayawan keturunan Tionghoa yang berbobot sebagai penerusnya, sesungguhnya ini dibutuhkan bagi warga keturunan Tionghoa, agar dapat meluruskan pemahamannya pada makna kebangsaan.

2. Kini yang tampak berperan adalah ratusan pengusaha keturunan Tionghoa yang kaya raya, pada umumnya dibenak mereka bertujuan cari “Cuan” belaka, kemudian beromantika dengan budaya impornya dari Tiongkok.

3. Pemerintah kita yang seharusnya berkebijakan mempertahankan kelestarian budaya adat daerah sebagai harga diri bangsa, malahan ( beberapa pejabatnya ) terkesan menjual diri demi “Cuan”.

Mudah-mudahan gerakan kesadaran berbudaya pada Indonesia seutuhnya yang dilakukan oleh ICAS dapat memberi pencerahan, sehingga kita sadar bahwa kita adalah bangsa Indonesia, Tionghoa hanyalah cover background yang memperindah, juga tembus pandang, tetapi jiwa kita adalah jiwa Indonesia dan itu tidak bisa terbeli sekali pun dengan China YUAN.
Peranakan Tionghoa dari kota Malang, Jatim.
End.

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

TAMAN BUDAYA YANG DI IMPOR DARI TIONGKOK

DISKUSI KEBANGSAAN

dari :  6285232XXXXX

Tgl. 4 nov. 2012 jam 11.00

1. Pada saat persahabatan kedua rakyat Indonesia dan Tiongkok sedang baik, dan
Pemerintah Indonesia memberikan kesempatan yang sama untuk berkiprah
tanpa menghiraukan perbedaan Etnis, membangkit-bangkitkan perpecahan dan
memperbesar kecurigaan adalah sangat-sangat tidak bijaksana. Suasana
kondusif ini hendaknya jangan diganggu. Lebih aneh lagi bila inisiator dari
gangguan dan pemecah belahan datang dari etnis Tionghoa sendiri. Rakyat dan
negara Indonesia sendiri sekarang sudah toleran dan menerima kebudayaan
Tionghoa sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. kemungkinan ribut-ribut
ini sengaja dibangkitkan oleh orang tertentu yang membawakan misi khusus
dari negara Asing yang tidak suka dengan persahabatan erat kedua bangsa dan
negara. Sudah makin nyata bahwa selain mungkin membawakan misi khusus
dari negara asing juga disini pemikiran gaya Orde Baru kembali ingin disajikan
lagi, yaitu “Asimilasi, penghilangan paksa budaya Tionghoa”.

2. Kini kita sudah bukan saatnya lagi mempersoalkan keberadaan dan jati diri suku
Tionghoa di Indonesia. Sekarang saatnya bagi seluruh rakyat Indonesia dari
berbagai suku untuk bersatu, bekerja dan berjuang untuk mencapai “
Masyarakat Adil dan Makmur “ yang kita cita-citakan bersama. Lihatlah di DKI
Jakarta, suku Jawa dan suku Tionghoa, bekerjasama dengan sangat baiknya
sebagai Gubernur dan wakilnya. Merisaukan keberadaan suku Tionghoa di
Indonesia saat ini tentu mempunyai motif-motif tertentu.

End

TAMAN BUDAYA YANG DI IMPOR DARI TIONGKOK

Jawaban Kepada 6285232XXXXX

Tgl. 4 nov. 2012 jam 11.00

Para Pencari Hikmah yang Kritis

Pembaca yang Budiman,

Sejak Agustus lalu, PUSAT STUDI KESADARAN KEBANGSAAN INDONESIA =  INDONESIAN CITIZENSHIP AWARENESS STUDY CENTRE  dengan singkatan “ ICAS ” meluncurkan blog indonesiaseutuhnya.wordpress.com ini sebagai forum dikusi publik tentang kebangsaan dan keindonesiaan dalam segala dimensinya, terutama dimensi budaya peranakan Tionghoa di Indonesia.

Kami yang berhimpun dalam PUSAT STUDI KESADARAN KEBANGSAAN INDONESIA adalah anak-bangsa Indonesia dari lintas generasi, profesi, suku, dan agama. Kami mengundang dan mengajak para cendekiawan, peneliti, dan peminat kebudayaan dari latar belakang pendidikan, keyakinan, dan etnis yang beragam untuk berdiskusi dan menuliskan pemikiran mereka mengenai dimensi tersebut dengan pendekatan kritis, argumentasi bernas, dan sumber data yang dapat dipertanggung jawabkan secara intelektual.

Dengan begitu, mengamalkan pendapat sastrawan Pramoedya Ananta Toer, kami ingin berlaku jujur dan adil sejak dalam pikiran sehingga dapat menegakkan wibawa kebenaran yang tegas-tegas menolak segala hal yang bersifat pribadi, sentimen, dan demagogi.

Karena itulah sungguh menggelikan jika muncul anggapan bahwa PUSAT STUDI KESADARAN KEBANGSAAN INDONESIA dan blog http://www.indonesiaseutuhnya.wordpress.com ini adalah “forum untuk membangkitkan perpecahan” dan “memperbesar kecurigaan” terhadap warga keturunan Tionghoa dengan “pemikiran gaya Orde Baru” yang diprakarsai oleh “orang tertentu yang membawakan misi khusus negara asing yang tidak suka dengan persahabatan kedua bangsa dan negara” (Tiongkok dan Indonesia—Red.).

Namun demikian, kami telah mafhum bahwa anggapan tersebut harus ditanggapi dengan kepala dingin dan hati bersih, sehingga kecurigaan dan tudingan tak mendasar yang terkandung di dalamnya dapat bermanfaat sebagai hikmah diskusi yang memungkinkan kami tetap berlaku kritis, sebagaimana pembaca yang budiman dapat buktikan sendiri dalam tulisan-tulisan yang dimuat di blog http://www.indonesiaseutuhnya.wordpress.com ini.

Dengan demikian, kami merasa tak perlu bersilat lidah dengan berlarat-larat dalam menanggapi sangkaan bergaya telik sandi semacam itu. Selanjutnya, sebagaimana yang menjadi ikhtiar kami, forum ini hendak selalu mengedepankan apa yang disebut Romo Y.B. Mangunwijaya sebagai misi “para pencari hikmah yang kritis”, yaitu menegaskan dan meluaskan cita-cita asimilasi budaya untuk menjadi Indonesia seutuhnya melalui pertukaran pemikiran yang menghargai puspa ragam sudut pandang dan harkat-martabat kemanusiaan yang satu dalam keberagaman dengan kritis—bukan politis, apalagi rasis.

Akhir kata, perlu disampaikan  himpunan ini bersifat / karakter nirlaba.

Tanggal 5 Nov. 2012 jam 19.07

Salam dan regards,

Sekretariat

PUSAT STUDI KESADARAN KEBANGSAAN INDONESIA

INDONESIAN CITIZENSHIP AWARENESS STUDY CENTRE

“ ICAS ”

 

 

End.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: